It make us crazy!!!
Itu teriakan hati kami - siswa siswi kelas XII - yang masa aktifnya di sekolah tinggal beberapa bulan lagi...
Well, saat ini kami disibukkan dengan banyak PR, ulangan, Try Out, dan....taraaaa!! NONTON..
Masih sempet2nya nonton, lha, lagian juga, masih sempet2nya ada jam kosong buat kelas XII...hayo, kayak gini yang salah siapa? Guru, akan brdalih " setidaknya kalian Tutor sebaya " dan kami - sebagai siswa yang kepayahan - akan turut mengelak " kan refreshing bu, pak "
ckckckck...remaja jaman sekarang....
Buat kalian yang mau daftar sana sini, jangan sampe kebingungan, hadapi dengan sersan..serius tapi santai..jangan sampek kelabakan pas temen2 yang lain udah dapet kuliah...terus kita belom...jangan kuatir..rejeki Allah yang mengatur..tinggal gmn usaha kita...
Nah, sambil tegang - tegang tiap hari, bersyukur aku punya temen2 yang baik, adik2 yang lucu, mbak2 yang terus support dari segala penjuru...
Tetep, Pak Mario Teguh menjadi salah satu orang dibalik layar...
Motivasi Adalah Target Yang Bergerak
Sesuatu yang pagi ini
membuat kita bersemangat,
belum tentu memiliki daya dorong
...yang sama nanti siang.
Yang membuat kita berapi-api
bersemangat malam ini,
bisa jadi adalah hinaan yang
membuat kita sedih kemarin.
Sehingga,
Pemeliharaan tingkat semangat
adalah lebih penting
daripada hanya bersemangat.
Dan,
Bersemangat untuk kebaikan,
adalah semangat yang terbaik.
Mario Teguh
aKu dan HujAn
"seperti hujan, kau datang sebentar - sebentar deras, sebentar - sebentar gerimis..."
Rabu, 24 November 2010
Playlist
Lenka (Skipalong)
So tired of feeling blue
Such a heavy weight on you
So shake it off and make your way to somewhere different, to somewhere different
Oh no, now you’re leaving me oh what will you do?
All alone in the big bad world but I’m not worried, no…
‘Cause you’re gonna skip along
Quite merrily baby, you’re gonna revel in hating what’s going on
And you’re like a sugar bomb
And no harm will come, no harm will come if you just skip along.
Acting oblivious
Comes natural to us
Keep smiling knowing all the while the world will fall apart, the world will fall apart
Wouldn’t it be lovely to be home, home
Safe and sound with no one round to bring us down
But that’s so far away…
Evanescene (my Immortal)
I’m so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
Because your presence still lingers here
And it won’t leave me alone
Chorus:
These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase
When you cried I’d wipe away all of your tears
When you’d scream I’d fight away all of your fears
And I’ve held your hand through all of these years
But you still have, all of me
You used to captivate me
By your resonating light
But now I’m bound by the life you left behind
Your face, it haunts my once pleasant dreams
Your voice it chased away all of the sanity in me
Chorus:
These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase
When you cried I’d wipe away all of your tears
When you’d scream I’d fight away all of your fears
And I’ve held your hand through all of these years
But you still have, all of me
I’d love to walk away
And pull myself out of the rain
But I cant leave without you
I’d love to live without
The constant fear and endless doubt
But I can’t live without you
When you cried I’d wipe away all of your tears
When youd scream I’d fight away all of your fears
And I’ve held your hand through all of these years
But you still have all, of me
So tired of feeling blue
Such a heavy weight on you
So shake it off and make your way to somewhere different, to somewhere different
Oh no, now you’re leaving me oh what will you do?
All alone in the big bad world but I’m not worried, no…
‘Cause you’re gonna skip along
Quite merrily baby, you’re gonna revel in hating what’s going on
And you’re like a sugar bomb
And no harm will come, no harm will come if you just skip along.
Acting oblivious
Comes natural to us
Keep smiling knowing all the while the world will fall apart, the world will fall apart
Wouldn’t it be lovely to be home, home
Safe and sound with no one round to bring us down
But that’s so far away…
Evanescene (my Immortal)
I’m so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
Because your presence still lingers here
And it won’t leave me alone
Chorus:
These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase
When you cried I’d wipe away all of your tears
When you’d scream I’d fight away all of your fears
And I’ve held your hand through all of these years
But you still have, all of me
You used to captivate me
By your resonating light
But now I’m bound by the life you left behind
Your face, it haunts my once pleasant dreams
Your voice it chased away all of the sanity in me
Chorus:
These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase
When you cried I’d wipe away all of your tears
When you’d scream I’d fight away all of your fears
And I’ve held your hand through all of these years
But you still have, all of me
I’d love to walk away
And pull myself out of the rain
But I cant leave without you
I’d love to live without
The constant fear and endless doubt
But I can’t live without you
When you cried I’d wipe away all of your tears
When youd scream I’d fight away all of your fears
And I’ve held your hand through all of these years
But you still have all, of me
Senin, 22 November 2010
Batu
Batu
Kau seperti batu
batu yang tidak biasa
batu yang menyandungku saat aku sudah jatuh
yang semakin menambah kesakitanku yang amat mendalam
Siapa yang mengirimmu?
Tuhan kah?
aku tidak percaya jika Tuhan yang mengirimmu padaku
jika boleh aku berhipotesa
Kau adalah sosok kesepian yang berderak - derak
Terkadang aku tidak tau maksud dari banyak kejadian dalam kehidupan ini, kadang rasa sakit, terluka, sembuh lagi, terluka lagi.
Tidak banyak yang tau aku mempunyai masa lalu yang sangat kelam. Yang membuat aku, hari ini sperti ini.
Yang selalu pura - pura tertawa didepan banyak orang, yang pura - pura semua baik - baik saja.
Tapi aku selalu percaya setiap hal ada waktunya sendiri, baik waktu unutk pembuktiannya, waktu untuk melaksankannya, atau waktu untuk menceraikannya...
Dan SENYUM, menurutku adlah obat yang paling mujarab dari rasa skit hati. Wujud kecil kesabaran seseorang..
Pantang menyerah...
Aku bahkan menangisi cita - citaku yang seakan tak mungkin...
Bagaimana mungkin, anak perempuan yang tidak bisa apa - apa ini, bercita - cita setinggi itu unutk sekolah di Oxford...
Aku tidak pernah takut bercita - cita setinggi itu...Aku bahkan siap jika dunia menertawai cita - citaku yang "ketinggian" itu...
Seakan -a akn aku telah menyatu dengan Oxford, telah kupersiapkan diriku kesana...
Bahkan air mata....
"Rabb, bila memang Kau berkehendak, dan segala upaya yang hamba kerjakan, doa, pengharapan, telah Kau nilai cukup, maka beri hamba kesempatan, untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Hijau yang telah hamba impi - impikan...
Eropa...."
Kau seperti batu
batu yang tidak biasa
batu yang menyandungku saat aku sudah jatuh
yang semakin menambah kesakitanku yang amat mendalam
Siapa yang mengirimmu?
Tuhan kah?
aku tidak percaya jika Tuhan yang mengirimmu padaku
jika boleh aku berhipotesa
Kau adalah sosok kesepian yang berderak - derak
Terkadang aku tidak tau maksud dari banyak kejadian dalam kehidupan ini, kadang rasa sakit, terluka, sembuh lagi, terluka lagi.
Tidak banyak yang tau aku mempunyai masa lalu yang sangat kelam. Yang membuat aku, hari ini sperti ini.
Yang selalu pura - pura tertawa didepan banyak orang, yang pura - pura semua baik - baik saja.
Tapi aku selalu percaya setiap hal ada waktunya sendiri, baik waktu unutk pembuktiannya, waktu untuk melaksankannya, atau waktu untuk menceraikannya...
Dan SENYUM, menurutku adlah obat yang paling mujarab dari rasa skit hati. Wujud kecil kesabaran seseorang..
Pantang menyerah...
Aku bahkan menangisi cita - citaku yang seakan tak mungkin...
Bagaimana mungkin, anak perempuan yang tidak bisa apa - apa ini, bercita - cita setinggi itu unutk sekolah di Oxford...
Aku tidak pernah takut bercita - cita setinggi itu...Aku bahkan siap jika dunia menertawai cita - citaku yang "ketinggian" itu...
Seakan -a akn aku telah menyatu dengan Oxford, telah kupersiapkan diriku kesana...
Bahkan air mata....
"Rabb, bila memang Kau berkehendak, dan segala upaya yang hamba kerjakan, doa, pengharapan, telah Kau nilai cukup, maka beri hamba kesempatan, untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Hijau yang telah hamba impi - impikan...
Eropa...."
Rabu, 17 November 2010
Ketulusan
Hari ini, aku mendapat surat dari kembaranku Trini 2, bunyinya seperti ini :
" Dear Trini 1,
Ketulusan itu memberi tanpa meminta pembalasan.
Belum jelas jugakah kalimat seterang itu?
Biarlah hatimu sakit, biarlah DIA begitu kejam kepadamu, biarlah kau terluka, sembuh lagi, terluka lagi. Biarlah..
Bukankah asal kau melihatnya senang akan cita - citanya? Akan Kesenangannya?
Kau sudah berjanji memperlakukannya jauuhh..jauuhhhhh dari apa yang sudah dia lakukan padamu?
Ingat2lah lagi adik2mu yg jauh disana, yang merindukanmu, sosok yang mengayomi...
Biarlah kau terluka. Ingat, kau punya adik2 yang jauh daripadamu, akan diperlakukan bagaimana mereka, juga tergantung bagaimana kau memperlakukan orang - orang disekitarmu...
Salam,
Trini 2
Aku mendapat surat itu setelah dengan tiba - tiba merasa sangat terluka oleh perlakuannya yang tak pernah baik padaku...
Aku lupa, aku harus menghilangkan rasa sakit itu dengan cepat secepat cepatnya...
bagaimanapun, dia teman yang baik...sudah memberi banyak inspirasi..
Aku paling tidak suka kalau dia menangis.
Hatiku serasa patah dibuatnya...
Lalu pelan - pelan kubuka Facebook Pak Mario, kutmukan posting yang berhubungan dengan ketulusan ini...
Ketulusan adalah wajah
dari hati yang damai
dan pikiran yang jenih,
yang tak mungkin berpendar teduh
...dari hati yang gerah,
dan tak mungkin mengalir jernih
dari pikiran yang keruh.
Dengannya, yang Anda lakukan
menjadi ungkapan kasih sayang
kepada mereka yang Anda layani
Anda menjadi jiwa yang baik,
yang mendamaikan
bagi yang menyaksikan,
bahwa tidak ada dalam diri Anda
kemampuan untuk merugikan mereka.
Mario Teguh
Belajar banyak dari Pak Mario...
"Dear God,
Tolong beri hambaMu ini kuat..."
" Dear Trini 1,
Ketulusan itu memberi tanpa meminta pembalasan.
Belum jelas jugakah kalimat seterang itu?
Biarlah hatimu sakit, biarlah DIA begitu kejam kepadamu, biarlah kau terluka, sembuh lagi, terluka lagi. Biarlah..
Bukankah asal kau melihatnya senang akan cita - citanya? Akan Kesenangannya?
Kau sudah berjanji memperlakukannya jauuhh..jauuhhhhh dari apa yang sudah dia lakukan padamu?
Ingat2lah lagi adik2mu yg jauh disana, yang merindukanmu, sosok yang mengayomi...
Biarlah kau terluka. Ingat, kau punya adik2 yang jauh daripadamu, akan diperlakukan bagaimana mereka, juga tergantung bagaimana kau memperlakukan orang - orang disekitarmu...
Salam,
Trini 2
Aku mendapat surat itu setelah dengan tiba - tiba merasa sangat terluka oleh perlakuannya yang tak pernah baik padaku...
Aku lupa, aku harus menghilangkan rasa sakit itu dengan cepat secepat cepatnya...
bagaimanapun, dia teman yang baik...sudah memberi banyak inspirasi..
Aku paling tidak suka kalau dia menangis.
Hatiku serasa patah dibuatnya...
Lalu pelan - pelan kubuka Facebook Pak Mario, kutmukan posting yang berhubungan dengan ketulusan ini...
Ketulusan adalah wajah
dari hati yang damai
dan pikiran yang jenih,
yang tak mungkin berpendar teduh
...dari hati yang gerah,
dan tak mungkin mengalir jernih
dari pikiran yang keruh.
Dengannya, yang Anda lakukan
menjadi ungkapan kasih sayang
kepada mereka yang Anda layani
Anda menjadi jiwa yang baik,
yang mendamaikan
bagi yang menyaksikan,
bahwa tidak ada dalam diri Anda
kemampuan untuk merugikan mereka.
Mario Teguh
Belajar banyak dari Pak Mario...
"Dear God,
Tolong beri hambaMu ini kuat..."
Rabu, 03 November 2010
Jadi diri sendiri
Ingatkah kalaian kisah Luqman dan puteranya?
Well, buat aku itu sangat berkesan. Hikmahnya selain agar kita bersyukur pada Allah, adalah agar kita jangan terlalu mendengarkan pendapat orang2 tentang kita.
Yang pertama, menjadi pemimpin yang sangat sukses, bukan berarti terus mendengarkan kata - kata orang2 disekelilingnya, sekali waktu, dia harus mengambil keputusannya sendiri.
Banyak yang mereka katakan tidak sesuai dengan yang sebenarnya, kadang mereka hanya melihat dari permukaannya saja, jadi jangan kuatir, saat ada beberapa orang yang mengomenmu tentang sesuatu, jangan langsung kuatir, kau salah. Bisa jadi mereka yang salah...
OKEH!!!
Well, buat aku itu sangat berkesan. Hikmahnya selain agar kita bersyukur pada Allah, adalah agar kita jangan terlalu mendengarkan pendapat orang2 tentang kita.
Yang pertama, menjadi pemimpin yang sangat sukses, bukan berarti terus mendengarkan kata - kata orang2 disekelilingnya, sekali waktu, dia harus mengambil keputusannya sendiri.
Banyak yang mereka katakan tidak sesuai dengan yang sebenarnya, kadang mereka hanya melihat dari permukaannya saja, jadi jangan kuatir, saat ada beberapa orang yang mengomenmu tentang sesuatu, jangan langsung kuatir, kau salah. Bisa jadi mereka yang salah...
OKEH!!!
Selasa, 19 Oktober 2010
Kesukaanku dan Puisi
Kesukaanku dan puisi..
Apakah yang jadi benang merah antara keduanya?
Dulu, penyair yang paling tertanam di sudut hati dan pikiranku adalah Chairil Anwar.
Semenjak aku mengenal Habibah, teman yang mengenalkanku pada kata - kata, yang ranum dan tinggal kupetik saja di pohonku yang berbuah setiap waktu, dia membawaku mengenal Sapardi Djoko Damono, dengan Sihir Hujan dan cerita lamanya tentang hujan. Yang membuatku percaya, mencintai hujan bukanlah dosa besar. Mengharapnya turun di bulan Juni pun bukanlah Dosa. Belajar mencintai dengan cinta yang paling sederhana.
Joko Pinurbo dengan antologinya tentang celana.
Kepada Puisi
Kau adalah mata, aku airmatamu.
(Joko Pinurbo,2003)
Berapa kali pun, dia mengenalkanku pada banyak sastrawan - sastrawan terkenal. Termasuk memberiku Michael K. sebuah buku sastra pemenang Nobel Sastra, dan Ernest Hemingway dengan Lelaki Tua dan Laut.
Lalu kami sering bertukar cerita tentang banyak hal, musik - musik favorit kami, alunan merdu Letto, Padi, dan musikalisasi Sapardi Djoko Damono.
Habibah tahun ini berkesempatan mengunjungi Tanah Suci, kukatakan padanya untuk mendoakan cita2 kita, Perancis dan Inggris, lekuk - lekuk sastra Tanah Eropa.
Seperti kata Andrea Hirata
"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi - mimpimu"
Aku akan terus mencintai hujan, merindukan Oxford, dan membayangkan tegak berdiri di tanah Eropa, sebelum banyak hal kuminta pada Tuhan, lebih jauh...
lebih jauh lagi...
Dari Hujan Bulan Juni,
HUJAN BULAN JUNI
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
Sapardi Djoko Damono
Karya sastra seringkali membuat kita mabuk kepayang, lupa melakukan apa - apa, karena ingin menuangkan karya - karya diatas kertas putih yang suci, meskipun kadang terbuntu dengan banyak problema kehidupan yang rumit...
PENGARANG
Pengarang, engkau
sungguh sabar menunggu
ide yang tanpa kabar.
Dirimu sangat percaya diri
meskipun karyamu
tidak banyak terbeli.
(Joko Pinurbo)
Menurutku, menulis kadang memang rumit, tapi terasa sangat mudah saat kita membaca karya Sutardji Calzoum Bahri
KALIAN
pun
Hm, bagaimana? Sangat mudah, padahal hanya menulis satu kata, tapi membuat tiap katanya bisa mewakili perasaan kita, hmm...aku rasa, akan sangat sulit bila kita tak mampu berandai - andai dan memainkan kata2...
Waktu diadakan Diklat Jurnalistik, sekolah kami mendatangkan Ahmad Kekal Hamdani, seorang santri, mahasiswa, dan sastrawan Yogyakarta yang mampu merebut hatiku kala itu....
Well, benang merah dari semua kesukaan itu adalah sastra dan puisi...
Meskipun hanya sangat sedikit yang benar - benar mau membaca tulisan - tulisanku...
rasanya, mengarang tetap sangat mengasyikkan, karena menulis tidak bertujuan agar orang lain membacanya(SA)
Kali ini motivation word dari Pak Imam
"Berusaha meminimalisir keluhan, agar kita tetap terus bersyukur"
Okeh, terus semangat menuju Hamparan Ladang Cita - cita...Apakah UPI Bandung, Unram NTB, atau IPB...wallahu'alam bissshowaab..
Apakah yang jadi benang merah antara keduanya?
Dulu, penyair yang paling tertanam di sudut hati dan pikiranku adalah Chairil Anwar.
Semenjak aku mengenal Habibah, teman yang mengenalkanku pada kata - kata, yang ranum dan tinggal kupetik saja di pohonku yang berbuah setiap waktu, dia membawaku mengenal Sapardi Djoko Damono, dengan Sihir Hujan dan cerita lamanya tentang hujan. Yang membuatku percaya, mencintai hujan bukanlah dosa besar. Mengharapnya turun di bulan Juni pun bukanlah Dosa. Belajar mencintai dengan cinta yang paling sederhana.
Joko Pinurbo dengan antologinya tentang celana.
Kepada Puisi
Kau adalah mata, aku airmatamu.
(Joko Pinurbo,2003)
Berapa kali pun, dia mengenalkanku pada banyak sastrawan - sastrawan terkenal. Termasuk memberiku Michael K. sebuah buku sastra pemenang Nobel Sastra, dan Ernest Hemingway dengan Lelaki Tua dan Laut.
Lalu kami sering bertukar cerita tentang banyak hal, musik - musik favorit kami, alunan merdu Letto, Padi, dan musikalisasi Sapardi Djoko Damono.
Habibah tahun ini berkesempatan mengunjungi Tanah Suci, kukatakan padanya untuk mendoakan cita2 kita, Perancis dan Inggris, lekuk - lekuk sastra Tanah Eropa.
Seperti kata Andrea Hirata
"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi - mimpimu"
Aku akan terus mencintai hujan, merindukan Oxford, dan membayangkan tegak berdiri di tanah Eropa, sebelum banyak hal kuminta pada Tuhan, lebih jauh...
lebih jauh lagi...
Dari Hujan Bulan Juni,
HUJAN BULAN JUNI
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
Sapardi Djoko Damono
Karya sastra seringkali membuat kita mabuk kepayang, lupa melakukan apa - apa, karena ingin menuangkan karya - karya diatas kertas putih yang suci, meskipun kadang terbuntu dengan banyak problema kehidupan yang rumit...
PENGARANG
Pengarang, engkau
sungguh sabar menunggu
ide yang tanpa kabar.
Dirimu sangat percaya diri
meskipun karyamu
tidak banyak terbeli.
(Joko Pinurbo)
Menurutku, menulis kadang memang rumit, tapi terasa sangat mudah saat kita membaca karya Sutardji Calzoum Bahri
KALIAN
pun
Hm, bagaimana? Sangat mudah, padahal hanya menulis satu kata, tapi membuat tiap katanya bisa mewakili perasaan kita, hmm...aku rasa, akan sangat sulit bila kita tak mampu berandai - andai dan memainkan kata2...
Waktu diadakan Diklat Jurnalistik, sekolah kami mendatangkan Ahmad Kekal Hamdani, seorang santri, mahasiswa, dan sastrawan Yogyakarta yang mampu merebut hatiku kala itu....
Well, benang merah dari semua kesukaan itu adalah sastra dan puisi...
Meskipun hanya sangat sedikit yang benar - benar mau membaca tulisan - tulisanku...
rasanya, mengarang tetap sangat mengasyikkan, karena menulis tidak bertujuan agar orang lain membacanya(SA)
Kali ini motivation word dari Pak Imam
"Berusaha meminimalisir keluhan, agar kita tetap terus bersyukur"
Okeh, terus semangat menuju Hamparan Ladang Cita - cita...Apakah UPI Bandung, Unram NTB, atau IPB...wallahu'alam bissshowaab..
Dia Masih 15 Tahun
Sungguh...
menyebalkan ketika kau menemukan seorang kawan berusia lebih muda darimu. Menyebalkan karena dia begitu menuntut semua kesukaannya menjadi kesukaanmu. Apakah aku tanya pendapatnya tentangku? Sementara dia terus - terusan mencaci setiap keburukan keburukanku?lama aku mencari kawan yang seperti itu..
Tapi terlalu lama aku menikmati sakitku...
Menentaskan luka - luka baru, sampai tak ada laki tempat untuknya tumbuh...
Malah kadang luka yang robek, sembuh, kemudian terluka lagi di tempat yang sama...
Aku tidak pernah mengerti, jangan - jangan dia tidak 15 tahun?
Aku kecewa kalau sampai itu benar! Karena kadang dia jauh lebih menybalkan dari adikku yang paling kecil dan paling nakal!!
^^
menyebalkan ketika kau menemukan seorang kawan berusia lebih muda darimu. Menyebalkan karena dia begitu menuntut semua kesukaannya menjadi kesukaanmu. Apakah aku tanya pendapatnya tentangku? Sementara dia terus - terusan mencaci setiap keburukan keburukanku?lama aku mencari kawan yang seperti itu..
Tapi terlalu lama aku menikmati sakitku...
Menentaskan luka - luka baru, sampai tak ada laki tempat untuknya tumbuh...
Malah kadang luka yang robek, sembuh, kemudian terluka lagi di tempat yang sama...
Aku tidak pernah mengerti, jangan - jangan dia tidak 15 tahun?
Aku kecewa kalau sampai itu benar! Karena kadang dia jauh lebih menybalkan dari adikku yang paling kecil dan paling nakal!!
^^
Langganan:
Postingan (Atom)