Rabu, 17 November 2010

Ketulusan

Hari ini, aku mendapat surat dari kembaranku Trini 2, bunyinya seperti ini :
" Dear Trini 1,
Ketulusan itu memberi tanpa meminta pembalasan.
Belum jelas jugakah kalimat seterang itu?
Biarlah hatimu sakit, biarlah DIA begitu kejam kepadamu, biarlah kau terluka, sembuh lagi, terluka lagi. Biarlah..
Bukankah asal kau melihatnya senang akan cita - citanya? Akan Kesenangannya?
Kau sudah berjanji memperlakukannya jauuhh..jauuhhhhh dari apa yang sudah dia lakukan padamu?

Ingat2lah lagi adik2mu yg jauh disana, yang merindukanmu, sosok yang mengayomi...
Biarlah kau terluka. Ingat, kau punya adik2 yang jauh daripadamu, akan diperlakukan bagaimana mereka, juga tergantung bagaimana kau memperlakukan orang - orang disekitarmu...

Salam,
Trini 2


Aku mendapat surat itu setelah dengan tiba - tiba merasa sangat terluka oleh perlakuannya yang tak pernah baik padaku...
Aku lupa, aku harus menghilangkan rasa sakit itu dengan cepat secepat cepatnya...
bagaimanapun, dia teman yang baik...sudah memberi banyak inspirasi..

Aku paling tidak suka kalau dia menangis.
Hatiku serasa patah dibuatnya...

Lalu pelan - pelan kubuka Facebook Pak Mario, kutmukan posting yang berhubungan dengan ketulusan ini...

Ketulusan adalah wajah
dari hati yang damai
dan pikiran yang jenih,

yang tak mungkin berpendar teduh
...dari hati yang gerah,
dan tak mungkin mengalir jernih
dari pikiran yang keruh.

Dengannya, yang Anda lakukan
menjadi ungkapan kasih sayang
kepada mereka yang Anda layani

Anda menjadi jiwa yang baik,
yang mendamaikan
bagi yang menyaksikan,
bahwa tidak ada dalam diri Anda
kemampuan untuk merugikan mereka.

Mario Teguh


Belajar banyak dari Pak Mario...

"Dear God,
Tolong beri hambaMu ini kuat..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar