Senin, 22 November 2010

Batu

Batu

Kau seperti batu
batu yang tidak biasa
batu yang menyandungku saat aku sudah jatuh
yang semakin menambah kesakitanku yang amat mendalam

Siapa yang mengirimmu?
Tuhan kah?

aku tidak percaya jika Tuhan yang mengirimmu padaku
jika boleh aku berhipotesa

Kau adalah sosok kesepian yang berderak - derak


Terkadang aku tidak tau maksud dari banyak kejadian dalam kehidupan ini, kadang rasa sakit, terluka, sembuh lagi, terluka lagi.
Tidak banyak yang tau aku mempunyai masa lalu yang sangat kelam. Yang membuat aku, hari ini sperti ini.
Yang selalu pura - pura tertawa didepan banyak orang, yang pura - pura semua baik - baik saja.

Tapi aku selalu percaya setiap hal ada waktunya sendiri, baik waktu unutk pembuktiannya, waktu untuk melaksankannya, atau waktu untuk menceraikannya...
Dan SENYUM, menurutku adlah obat yang paling mujarab dari rasa skit hati. Wujud kecil kesabaran seseorang..

Pantang menyerah...
Aku bahkan menangisi cita - citaku yang seakan tak mungkin...
Bagaimana mungkin, anak perempuan yang tidak bisa apa - apa ini, bercita - cita setinggi itu unutk sekolah di Oxford...

Aku tidak pernah takut bercita - cita setinggi itu...Aku bahkan siap jika dunia menertawai cita - citaku yang "ketinggian" itu...
Seakan -a akn aku telah menyatu dengan Oxford, telah kupersiapkan diriku kesana...
Bahkan air mata....

"Rabb, bila memang Kau berkehendak, dan segala upaya yang hamba kerjakan, doa, pengharapan, telah Kau nilai cukup, maka beri hamba kesempatan, untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Hijau yang telah hamba impi - impikan...
Eropa...."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar