Kamis, 26 Agustus 2010

Sebuah Prinsip

beberapa waktu yang lalu,,dengan seorang adik kelas yang dekat dengan ku,
banyak cerita - cerita menarik,,dan memang benar kan bahwa pedagang buah tidak mungkin menyimpan seluruh buahnya dalam satu keranjang yang sama - intinya kami terlalu dekat-
banyak yang belum memahami,,atau aku yang belum memahami dia..sungguh misal dia tau...aku juga kehilangan..
apa keinginanku seperti ini...memang iya,,tapi lebih banyak agar dia mengerti,,aku juga milik orang lain,,dan ketidaksempurnaan yang aku miliki adalah sebuah kesempurnaan manusia.

lama kelamaan aku pasti dekat dengan orang baru...
dan efeknya buruk sekali,,untuk ku dan untuk anak baru itu,,sempat sakit dia..aku merasa bersalah melibatkannya terlalu jauh dalam problema klasikal tentang kekuranganku..ckckckck...

rasa bersalah dan semakin banyaknya omongan dari sana sini,,membuatku rumit dan terantuk dalam beberapa pilihan...menjauhi anak baru itu,,dengan harapan adik kelas yang lama itu kembali memaafkan dan dekat denganku lagi....atau justru mendekati anak baru itu,,dengan tega membiarkan adik kelas yang lama itu semakin sakit hati melihat kami...
ATAU,,aku menjadi orang lain yang tidak akan lagi dekat dengan siapa2...

pada akhirnya,,terima kasih TUHAN,,,aku punya prinsip lain yang tidak ketiganya...biarkan air mengalir apa adanya,,saat alirannya kacau,,akan aku buatkan tanggul yang baik,,,yang jangan sampai jebol dan malah membuat alirannya semakin besar...

***

coba!!sekarang aku sedang menikmati nada - nada minor dari OST Endless Love...semua lagunya enak di telinga,,seperti tau arti gundah itu,,seperti tau obat dari rasa sakit itu...

***

bagaimanapun rasa sakit itu ada dalam diri kita...harus tetap yakin bahwa obat akan datang,,entah besok, lusa, tahun depan, 10 tahun kedepan,,yang pasti,,obat itu akan datang...kapanpun itu...

1 komentar: