Bila yang kuingat dalam bayang bayang tanahmu eropa,
adalah langit biru luas dengan awan yang bergoyang dibawah mu,itu benar!
Setiap kali hujan turun,aromamu tercium hingga tulang belulangku...
seakan siap menangkap mimpi mimpi yang tergambar walaupun samar.
Kemudian satu dua hal yang lain. i balik bebukitan yang hijau gemerlap menelisik pandangan mata. Kokoh, angkuh, sulit ditaklukkan,berdiri pegununganmu yang membatasi mata.Bertabur berkilo-kilo salju,yang bila aku mencicipnya barang 100 tahun tak akan habis indahnya. Dan nafasmu, Eropa, menggerogoti tiap potongan - potongan kecil cita - citaku,menasbihkan doa - doa untuk menggapaimu.
Bergelayut,bertutur,tertatih - tatih, dilukai, dihancurkan,dan mati. Semua pengorbanan untuk datang menjemputmu,yang bertahun - tahun hadir dalam bayang - baynagku tentang tanahmu,langit,udara,pegunungan,bebukitan, dan saljumu.Sekali aku bertutur untuk datang.Janganlah kau tua dahulu,janganlah langitmu runtuh dan gunung - gunungmu takluk, sebelum aku dan mimpi-mimpi itu, datang menjemputmu, Eropa.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar